Selasa, 26 Maret 2013

Menjadi Citizen Journalism, berani coba?


Menjadi Citizen Journalism, berani coba?

Hadirnya jurnalistik online membawa perubahan dalam dunia jurnalistik, bukan saja dari sisi bentuk medianya saja namun darisegi praktisi atau wartawannya. Kini berkat jurnalistik online setiap orang bisa menjadi wartawan yang dikenal dengan konsep citizen journalism (jurnalistik warga).

Citizen Journalism ialah praktik jurnalistik yang dilakukan oleh orang biasa, bukan wartawan profesional yang bekerja disebuah media. Media yang dipakai oleh para citizen journalism ini biasanya menggunakan blog ataupun media sosial yang memudahkan mereka meng-update berita dengan mudah dan ptraktis. Tujuannya sama yakni menyebarkan informasi kepada publik.

JD Lasica, dalam Online Journalism Review(2003) mengkategorikan media citizen journalism ke dalam enam tipe, yakni :

1. Audience partipation : seperti komentar user yang di attach pada berita blog pribadi dll
2. Independent News and Information Website : situs web berita atau informasi independen
3. Full-fledged Participation News Sites : situs berita partisipatoris murni dibuat dan dipublikasikan sendiri oleh warga
4. Collaborative and Contributory Media Sites: Situs media kolaboratif
5. Other Kinds of Thin Media : bentuk lain dari media tipis seperti email
6. Personal broadcasting sites : situs penyiaran pribadi seperti Radio


sudah banyak fenomena-fenomena yang timbul karena bantuan dari adanya para citizen journalism ini, seperti beberapa video kejadian yang mereka buat akhirnya muncul di media hingga bisa menjadi bukti informasi akurat bagi publik. dan peluang itu semakin besar karena media-media cetak ataupun elektronik semakin membuka pintu luang yang besar agar citizen journalism ini dapat berpartisipasi dalam menuangkan informasinya.

Salah satu tantangan citizen journalism adalah soal akurasi, kredibilitas, dan ketaatan pada kode etik jurnalistik. karena mereka bukan wartwan profesional ada kalanya mereka melakukan penyebaran informasi dengan seenaknya.Tidak sesuai dengan prosedur kaidah jurnalistik.

Kelemahan utamanya ialah aspek kredibilitas ditambah akurasi terutama pada penulisan kata (bahasa jurnalistik). Kemungkinan mereka agak ceroboh akan penulisan ejaan sehingga terjadi salah dalam penulisan kata. Dan dari segi bahasnya pun citizen journalism tidak terkait pada kaidah bahasa, soal kata baku atau tidak baku, karena lazimnya menggunakan bahasa tutur ataun seenaknya.

Jadi, bagaimana minat menjadi seorang citizen journalism?? tetap ikuti kaidahnya ya! Selamat mencoba!



0 komentar:

Poskan Komentar